Sandi Maulana Juhana
Entrepreneur
Saya menjalankan sebuah apotek dan usaha kuliner, dan saya membangun sistem digital di balik keduanya serta beberapa hal lain. Semua itu bukan rencana awal.
## Bukan rencana Saya masuk sekolah farmasi hampir secara kebetulan — satu pintu tertutup dari apa yang dulu saya kira saya inginkan, dan farmasi adalah pintu yang justru terbuka. Saya sudah berkecimpung di dunia farmasi sejak 2012 — keputusan, sistem, orang-orangnya, semuanya. Cobakso dimulai tahun 2019, dorongan yang sama di industri yang berbeda. Sejak itu saya sudah merintis beberapa hal lain — ada yang masih berjalan, ada yang menunggu waktunya, ada yang sudah saya lepas. Benang merahnya tidak pernah soal industrinya. Tapi soal saya ingin keputusan-keputusan itu keluar dari apa yang saya yakini sendiri. Jadi saya terus membangun hal-hal yang bisa saya jalankan sendiri. Di suatu titik saya kuliah sistem informasi, dan saya belajar sesuatu tentang diri saya: saya tidak pernah benar-benar ingin menulis kode. Yang saya inginkan adalah memahami suatu masalah cukup dalam untuk tahu persis apa yang harus dibangun untuk menyelesaikannya. --- ## Ukuran yang sebenarnya Tidak semua yang saya bangun diukur dengan cara yang sama. Angka itu penting, tapi bukan itu intinya. Agama adalah KPI yang sebenarnya. Sebelum pertumbuhan, sebelum pendapatan, sebelum soal apakah sesuatu bisa berkembang — apakah ini sejalan dengan apa yang saya yakini? Kalau tidak, tidak layak diselesaikan, sebaik apa pun performanya. Saya tidak mengatakan ini untuk berceramah. Saya tidak punya kapasitas untuk itu, dan saya sadar itu. Saya cuma membangun sesuai itu, dan rasanya tidak jujur kalau ini tidak disebutkan. --- ## Apa yang saya bangun - **Keyakinan lebih dulu.** Saya bisa menerima kritik, bisa mengalah, bisa ikut aturan — tapi keputusan akhirnya harus keluar dari apa yang saya yakini, bukan dari siapa yang menyuruh. Itu alasan sebenarnya kenapa ada begitu banyak nama di belakang saya — apotek, brand kuliner, beberapa yang lain. Bukan karena tidak bisa diam. Cuma karena saya ingin memegang kendali atas arah keputusan saya sendiri. - **Memahami sebelum berasumsi.** Setiap yang saya bangun dimulai dari masalah yang sebenarnya, bukan versi yang saya bayangkan sendiri di kepala. - **Satu sistem, bukan bagian-bagian terpisah.** Produk, operasional, dan teknologi harus bekerja sebagai satu kesatuan. Satu sambungan yang lemah di mana pun akan melemahkan semuanya. - **Dibangun untuk bertahan, bukan sekadar diluncurkan.** Sederhana, berfungsi, dan tetap masuk akal setahun dari sekarang — itu lebih penting daripada sekadar cepat rilis. --- Silakan jelajahi, dan luangkan waktumu.